Mereka pun berangkat. Di perjalanan, mereka bertemu dengan berbagai benda unik yang ternyata bisa menjadi instrumen musik:
: Dimasukkan ke dalam kaleng bekas, suaranya "Srek-srek-srek!" seperti suara ombak di pantai. Konser Terhebat di Desa Harmoni
: Ketika diisi air sedikit dan ditiup, suaranya "Wuu-huuu~" seperti angin sepoi-sepoi. instrumen musik anak ceria
Ditambah suara "Tak-tak" dan "Srek-srek" dari benda-benda alam.
Saat festival tiba, Boni, Cici, dan Pipo tidak hanya bermain bertiga. Mereka mengajak teman-teman baru mereka. memukul ritme yang kuat. Cici memberikan nada yang hangat. Pipo menari dengan melodi yang riang. Mereka pun berangkat
"Bagaimana kalau kita mencari 'Suara Keajaiban' di Hutan Bambu?" usul Pipo sambil meniupkan nada "Ti-ri-li-ri!" yang lincah.
Malam itu, Desa Harmoni benar-benar hidup. Boni, Cici, dan Pipo belajar bahwa keajaiban musik ada di mana saja—di ranting, di kerikil, dan terutama dalam persahabatan mereka. memukul ritme yang kuat
Penduduk desa mulai melompat dan berdansa. Mereka sadar bahwa musik ceria bukan hanya soal instrumen yang mahal, tapi soal bagaimana kita memadukan berbagai suara dengan hati yang gembira.